Srikandi bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya. Diceritakan dalam pewayangan Jawa dalam perang Baratayuda, Srikandi menjadi senopati perang Pandawa menggantikan Resi Seta, satria Wirata yang telah gugur untuk melawan Resi Bisma, senopati Agung bala tentara Kurawa.
Pambarepe Raden Punta, panenggake Raden Bratasena, penengahe Raden Janaka banjur kembar Raden Pinten lan Raden Tangsen. Raden Destarastra duwe anak satus dijenengi sata kurawa. Tegese kurawa cacah satus, lanang 99 lan wadon siji jenenge Dewi Dursilawati. Pambarepe Raden Jaka Pitana utawa suyudana.
Kisah Mahabharata menceritakan tentang konflik antara Pandawa Lima dengan sepupunya Kurawa yang berjumlah seratusan, memperebutkan tahta Astinapura. Kedua kubu merasa berhak menguasai Astinapura. Konflik antara dua kelompok bersaudara sebagai bagian dari sejarah perang Baratayudha sudah berlangsung sejak mereka lahir.
Book Jitabsara In Javanese wayang known existence of a book which is not on the version of the Mahabharata. The book contains about the order named Jitabsara anyone who will become victims in the war Baratayuda. This book was written by Batara Penyarikan, on the orders of Guru, the king of heaven.
Perang Baratayudha, atau lengkapnya Baratayuda Jayabinangun, perang antar darah Barata, merupakan salah satu dari empat perang besar yang telah digariskan dewa dalam pewayangan, selain perang Pamuksa ketika Prabu Pandu menumpas pemberontakan Prabu Trembuku dari Pringgandani dan Perang Gojalisuta, perang saudara anak bapak, antara Prabu Bomanta
Menurut Mahabarata versi Jawa, dikatakan bahwa perang Bharatayudha merupakan perang yang mengisahkan antara kejahatan melawan kebaikan. Perang Baratayuda sering pula dimaknai sebagai perang saudara yang terjadi karena perebutan kekuasaan pada dinasti kuru.
.
cerita perang baratayuda dalam bahasa jawa