Kawangkoandi Sulawesi Utara bisa menjadi contoh kedamaian antar umat beragama. Di sini, ada 5 rumah ibadah yang berdiri berdampingan. Sekitar 2 jam dari Manado, ada daerah bernama Kawangkoan. Selain penghasil kacang panggang yang enak, di sini juga ada objek wisata yang menjadi inspirasi kedamaian. Bernama Bukit Kasih, ini adalah contoh DiGang Ruhana ada 3 tempat ibadah yang berdekatan, yakni Masjid Al-Amanah yang berdiri sejak 2015, Wihara Girimetta yang sudah ada sejak 1946, dan Gereja Pantekosta yang dibangun pada 1933. Baca Juga: Semak Belukar Jadi Objek Wisata Viral. Apabila ada momen besar seperti natal, warga muslim dan hindu ikut membantu mempersiapkan segala Duabangunan tempat ibadah yang megah berlokasi saling berhadapan di Ibukota Negara Indonesia, yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Meskipun Indonesia berpenduduk mayoritas Muslim, namun toleransi beragama sangat baik. Terbukti dengan dua bangunan rumah ibadah yang saling berhadapan hanya terpisah oleh jalan raya hingga hari ini dalam setiap kegiatan keduanya saling membantu, salah Ciamis-. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya meresmikan Kampung Lebak, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sebagai Kampung Kerukunan, Kamis (21/4/2022). Di kampung ini terdapat empat rumah ibadah yang saling berdampingan. Keempatnya yaitu Masjid Jami Al Muhajidin, Gereja Katolik Santo Yohanes, Kelenteng Hok Tek Bio, dan Litang Khonghucu. . SURABAYA, - Salah satu perumahan elite di Wiyung, Surabaya, Jawa Timur, memiliki enam rumah ibadah yang dibangun berdampingan. Keenam rumah ibadah tersebut yaitu masjid, gereja umat Katolik dan Kristen Protestan, kelenteng, vihara, dan pura. Rumah ibadah itu berdiri di atas tanah perumahan Royal Residence, Wiyung, Surabaya Forum Komunikasi Rumah Ibadah FKRI Royal Residence Indra Prasetya menceritakan, perumahan itu mulai ditempati pada 2009 lalu. Indra sendiri mulai membeli rumah dan tinggal di perumahan tersebut sejak tahun 2010. Selama ini, warga di sana selalu melaksanakan ibadah di luar perumahan. Sebab, desain kompleks perumahan memang tidak disediakan tempat ibadah. Hingga pada akhir 2014, ia mengajukan kepada pihak developer agar di kompleks perumahan tersebut disediakan fasilitas umum berupa rumah ibadah. Alasannya, warga Muslim yang melaksanakan ibadah lima waktu setiap harinya, harus beribadah di luar perumahan yang jaraknya lumayan jauh dari perumahan. "Jadi ini berawal dari warga Muslim yang menginginkan masjid di perumahan. Karena kebutuhan ibadah lima waktu. Selama ini, warga Muslim selalu beribdaha di luar," kata Indra kepada belum lama ini. Baca juga Cerita di Balik Foto Viral Wanita Berhijab dari Semarang Bersalaman dengan Paus Fransiskus Pada 2016 lalu, usulan untuk membangun rumah ibadah itu disetujui oleh pihak developer. Tidak hanya masjid, pihak developer juga menyediakan lahan seluas 400 meter persegi untuk dibangun rumah ibadah bagi pemeluk agama selain Islam. "Pihak developer bilang gini, 'Ya sudah, kalau begitu sekalian semua. Lahannya ada di bawah sutet, apa mau di situ?' Kita jawab mau," cerita Indra. Karena agama yang diakui Indonesia hanya ada enam, perwakilan tokoh dari enam agama, yakni Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, bertemu dan sepakat membangun rumah ibadah berjajar. Menurut Indra, pihak developer hanya menyediakan lahan. Sementara biaya pembangunannya dikumpulkan secara swadaya oleh warga dengan mencari sumbangan. "Yang bertanggung jawab membangun adalah warga. Tentunya, bukan murni warga tetapi banyak penyumbang. Jadi, masing-masing pengurus cari dana dan ada yang dapat dari pemerintah kota, provinsi, ada yang dapat dari pemerintah pusat dapat. Hindu dari pusat dapat, Katolik dari provinisi dapat. Jadi, semua sepakat untuk dibangun bersama," ucap dia. SALMAN Enam rumah ibadah seperti Masjid, Gereja Katolik, Gereja Kristen Protestan, Pura, Vihara, dan Kelenteng, berjajar jadi satu di perumahan Royal Residence, Wiyung, para tokoh antar agama itu bertemu, kemudian disepakati untuk membentuk Forum Komunikasi Rumah Ibadah FKRI. Forum lintas agama itu dibentuk untuk menghindari adanya gesekan dan tetap menjalin hubungan kerukuran antar umat beragama. Indra Prasetya dipilih para tokoh lintas agama untuk menjadi ketua mendapat dana untuk membangun rumah ibadah, pembangunan enam rumah ibadah itu dimulai pada 2017. Rumah ibadah yang sudah beroperasi baru ada tiga, yakni masjid, gereja Kristen Protestan dan gereja Katolik. Sementara itu, rumah ibadah agama Hindu, Budha, dan Konghucu, seperti pura, vihara, dan kelenteng masih dalam proses pembangunan. Baca juga Hanya Dewi yang Diberi Kesempatan Bersalaman dan Berkenalan dengan Paus Fransiskus Mengatur waktu Untuk mengantisipasi perbedaan pendapat antar pemeluk agama, menurut Indra, kegiatan-kegiatan besar tidak boleh dilakukan dengan jadwal yang sama. Tujuannya agar pemeluk agama lain tidak terganggu. Sebab, jarak antar rumah ibadah yang berjajar itu, masing-masing hanya berjarak tiga meter. "Misalkan Katolik dan Protestan sama-sama ada Natalan. Kita pemeluk agama lain harus menyesuaikan. Nanti disampaikan ke umat lain, agar tidak melakukan kegiatan di hari yang sama. Itu sudah disepakati," ujar dia. Nantinya, setelah enam rumah ibadah itu beroperasi semua, warga di perumahan setempat berharap pengelola masing-masing rumah ibadah haruslah dari tokoh agama yang tinggal di perumahan tersebut. "Kita tidak ingin sampai ada gesekan. Yang diharapkan pengurus FKRI, pengurus masing-masing rumah ibadah warga Royal Residence. Karena kalau ada benturan bisa diminimalisir. Karena kita bertemu tiap hari. Tapi mudah-mudahan rukun," kata dia. Menurut Indra, untuk menjaga kerukunan antar pemeluk agama, ia bersama pengurus dan warga selalu menjalin komunikasi agar bisa saling menghargai dan menjaga toleransi. Ia menyampaikan, ada beberapa hal yang sudah menjadi kesepakatan bersama agar tidak menimbulkan gesekan antar umat beragama. Untuk tempat parkir, misalnya, warga yang hendak beribadah di rumah ibadah tersebut diberi kebebasan untuk memarkir kendaraannya di mana saja. "Hari Minggu, misalnya, agama Hindu, Kristen, Katolik, Budha, dan Konghucu ibadahnya kan semua bersamaan, sehingga semua sudah sepakat bahwa tidak masalah memarkir kendaraan di depan masjid. Kegiatan di masjid diupayakan tidak minggu pagi karena sudah banyak teman-teman yang menggunakan lokasi parkir," ujarnya. Tidak sampai di situ, masjid di sana juga tidak menggunakan pengeras suara untuk adzan. Di gereja juga disepakati untuk tidak memakai lonceng agar tidak mengganggu. "Jadi speaker di masjid cuma ada di dalam gedung, termasuk lonceng di gereja ada di dalam gedung. Semua sudah sepakat supaya bisa rukun. Karena Tuhan menciptakan manusia untuk saling rukun dan berinteraksi," ujarnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Jakarta - Memiliki waktu libur hanya sehari dapat dimanfaatkan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang unik. Misalnya, wisata religi di kota Jakarta, misalnya, terdapat beberapa tempat ibadah bersejarah yang jaraknya berdekatan. Yaitu Gereja Imanuel, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, Klenteng Sin Tek Bio, dan Kuil yang dikeluarkan pun cukup murah, Anda hanya perlu memberikan sumbangan secara sukarela di setiap rumah ibadah Gereja ImmanuelUntuk memulai perjalanan, Gereja Immanuel dapat menjadi pemberhentian pertama, letaknya sangat dekat dengan Stasiun Gambir. Jika Anda berkunjung pada hari Minggu pukul Anda dapat menemukan keunikan dengan mendengar penggunaan Bahasa Belanda dalam ibadah yang dibangun tahun 1835 dan diresmikan pada 1839 ini termasuk salah satu gereja tertua di Gereja KatedralGereja Katedral merupakan rumah ibadah bagi umat Katolik yang berada di Jalan Katedral. Anda dapat berjalan kaki beberapa ratus meter dari Gereja Imanuel atau menggunakan moda transportasi. Akses masuknya cukup mudah karena memang banyak pelancong yang sungkan jika Anda menggunakan atribut keagamaan seperti jilbab. Bangunan yang megah dan arsitektur dengan gaya neo-gotik Eropa sayang untuk Masjid IstqilalIklan Masjid Istiqlal terletak di seberang Gereja Katedral. Masjid ini dibangun pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno. Letak masjid yang berdekatan dengan Gereja Imanuel dan Gereja Katedral ini bukan tanpa alasan, hal ini merupakan cerminan semangat bhineka tunggal ika para pendiri terbesar ketiga di dunia ini bisa menampung sekitar 200 ribu orang. Selain memiliki simbol-simbol agama, masjid ini juga memilik makna-makna sejarah Indonesia pada Klenteng Sin Tek BioKlenteng Sin Tek Bio atau Klenteng Kwan Im Bio beraliran Konghucu-Buddha, berada di tengah Pasar Baru. Untuk menemukannya jangan sungkan bertanya kepada warga sekitar. Keunikan yang dapat Anda temui di dalamnya adalah terdapat makam seorang baba’ yaitu etnis Cina yang menikah dengan etnis banyak sekali simbol dan patung Sun Go kong dan Dewi Kwan Im, lilin-lilin berukuran besar yang terus menyala menghangatkan suasana dalam Sikh TempleSikh Temple atau Kuil Sikh merupakan tempat ibadah beraliran Sikh’ yang berkembang pesat di India Utara. Uniknya, setiap hari kuil ini menyediakan makanan gratis untuk umum. Anda bisa mencicipi makanan khas India dan teh tarik secara cuma-cuma jika datang di pagi untuk memasuki kuil ini adalah wajib menggunakan penutup kepala, pihak kuil menyediakan penutup kepala bagi yang tidak QURANI MAGANG Alasan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Dibangun BerdampinganPertamaKeduaKetigaSejarah Singkat Masjid Istiqlal dan Gereja KatedralMasjid IstiqlalGereja KatedralTerowongan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Dua bangunan tempat ibadah yang megah berlokasi saling berhadapan di Ibukota Negara Indonesia, yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Meskipun Indonesia berpenduduk mayoritas Muslim, namun toleransi beragama sangat baik. Terbukti dengan dua bangunan rumah ibadah yang saling berhadapan hanya terpisah oleh jalan raya hingga hari ini dalam setiap kegiatan keduanya saling membantu, salah satunya dalam menyiapkan lahan parkir. sumber Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral keduanya memiliki arsitektur yang luar biasa, sehingga setiap orang yang belum pernah melihatnya akan terpukau. Kedua bangunan ini menjadi salah satu ikon Ibukota, bangunan penuh dengan nilai sejarah dan menjadi cagar budaya sangat layak menjadi salah satu tujuan dalam perjalanan ke DKI Jakarta. Alasan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Dibangun Berdampingan sumber Pertama Alasan kerukunan beragama, sehingga mampu menciptakan toleransi antar pemeluk agama. ini dibuktikan dengan keteladanan orang nomer satu di Republik Indonesia kala itu, yaitu Presiden memberikan gagasan pembangunan masjid saling berdekatan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Kedua Untuk perdamaian, umat Islam dan Katolik sudah membuktikan toleransi tersebut hingga menciptakan situasi yang damai. Contoh nyata salah satunya dengan menyediakan lahan parkir ketika ada kegiatan dari salah satu pihak, seperti ketika ada kegiatan Misa Malam Natal di Katedral, pihak Masjid Istiqlal memberikan tempat parkir bagi umat Katolik, begitu pula sebaliknya. Ketiga Letak Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang saling berhadapan sebuah simbol kerukunan beragama yang harus diimplementasikan oleh antar umat beragama sehingga kerukunan dan perdamaian terjaga, sesuai dengan watak dan karakteristik bangsa Indonesia. Toleransi dalam Islam sudah diterapkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW dengan turunnya surat Al Kafirun pada lafadz ayat “Lakum diinukum waliyadiin” yang artinya “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Jadi untuk urusan muamalah antar Islam sangat dianjurkan, sehingga jika terjadi permasalah yang menyangkut orang Islam, itu karena pemahamannya yang kurang benar atau pemahamannya yang tidak utuh. Sejarah Singkat Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Masjid Istiqlal Gagasan para tokoh agama Islam agar umat Islam memiliki Masjid Nasional di Ibukota sebagai simbol dari negara yang memiliki mayoritas umat Islam di Indonesia dan di dunia. Sekitar tahun 1944 beberapa ulama dan tokoh Islam mengusulkan kepada Presiden Soekarno untuk mengizinkan mendirikan Masjid Agung. Justru usulan tersebut disambut sangat baik oleh Presiden Soekarno, namun penjajahan Jepang masih menyulitkan untuk merealisasikan pembangunan tersebut. Di tahun 1950 ide pembangunan Masjid Agung muncul kembali atas prakarsa Menteri Agama Wahid Hasyim dan Anwar Tjokroaminoto dari Sarekat Islam beserta tokoh-tokoh Islam yang hadir pada pertemuan di Gedung Pertemuan Umum Deca Park, Medan Merdeka Utara. Hingga berhasil membentuk kepengurusan Yayasan Masjid Istiqlal yang di ketuai Anwar Tjokroaminoto. Kemudian diadakanlah sayembara Rencana Gambar Masjid Istiqlal yang dimenangkan oleh arsitek Friedrich Silaban. sumber Pembangunan Masjid Istiqlal merupakan proyek nasional karena Presiden Soekarno juga turut andil dalam proses pembangunan Masjid Istiqlal dengan mengusulkan lokasi pembangunan masjid. Akhirnya diputuskan bahwa lokasi berdirinya Masjid Istiqlal di bekas benteng Belanda yang berlokasi di Taman Wilhelmina. Lokasi tersebut sangat berdekatan dengan Gereja Katedral. Pemberian nama masjidpun dipilih Istiqlal yang artinya ” Merdeka ” yang memiliki makna rasa syukur dari sebuah Kemerdekaan bangsa Indonesia. Benteng Belanda sebagai simbol penjajahan akhirnya dibongkar dan dijadikan simbol baru kemerdekaan yaitu sebuah bangunan Masjid Agung yaitu Masjid Istiqlal. Proses pembangunan masjid sempat mandek karena situasi politik dalam negeri yang genting adanya peristiwa pemberontakan 30 September 1965 oleh PKI Partai Komunis Indonesia . Akhirnya pada tahun 1969 presiden Soeharto menyusun kembali Panitia Pembangunan Istiqlal, sehingga pada tanggal 22 Februari 1978 Masjid Istiqlal selesai dibangun. Masjid Monumen Kemerdekaan ini dibangun sebagai penghormatan kepada para pejuang muslim dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas limpahan rahmat berupa kemerdekaan bangsa. Gereja Katedral Gereja Katedral merupakan bangunan tua, karena Gereja Katedral dibangun sejak masa penjajahan Belanda. Di awali dari perintah Raja Louis dari Belanda 1806-1810 kepada Herman Willem Daendels untuk memimpin Hindia Belanda dan membantu para misionaris untuk mendirikan gereja bagi umat Katolik. Pada 1808 Daendels menghibahkan sebuah gereja dekat Istana Gubernur Jenderal di Weltevreden sekarang sekitar Monas sebagai pusat keuskupan Hindia Belanda. sumber Pada 1877 ada usulan untuk membangun Gereja Katedral karena gereja yang telah dihibahkan oleh Danedels sudah mengalami kondisi yang memprihatinkan. Namun usulan tersebut ditolak, sehingga pada 9 April 1890 Gereja Katedral Batavia roboh karena tiang rauh dan sudah tidak mampu menahan beban atap gereja. Kemudian Pastor Antonius Dijkmans mencoba melakukan pembangunan Gereja Katedral lagi dengan bantuan dari pribumi dan Tionghua. Tetapi karena keterbatasan danan maka Gereja Katedral tidak bisa diselesaikan. Selanjutnya jasa Luypen dengan mencari donatur ke umat Katolik maka renovasi Gereja Katedral bisa dilakukan dan pada November 1899 Gereja bisa dirampungkan. Untuk peresmian Gereja Katedral dilakukan pada 21 April 1901 oleh Gubernur Jenderal Rooseboom 1899-1904 dan pejabat kolonial lainnya. Saat ini Gereja Katedral menjadi salah satu simbol kerukunan antar agama, karena letak gereja berhadapan dengan masjid, yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, sang Presiden memiliki ide untuk membangun sebuah terowongan yang menghubungkan antara kedua tempat ibadah tadi yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Beliau beralasan, terowongan bisa mempererat silahturahmi antar uman beragama. Namun ide ini sangat kontroversial, banyak dari kalangan Muslim sangat tidak setuju jika dibangun sebuah terowongan. Karena bangunan dua tempat ibadah yang saling berhadapan itu sudah menjadi cerminan dari kerukunan antar umat beragama, dan hingga saat ini kerukunan dan perdamaian tetap terjaga. Makkah-Berziarah ke tanah suci Makkah merupakan impian dari setiap muslim di dunia. Allah SWT sendiri bahkan telah menganjurkan bagi umat muslim yang mampu untuk menyempurnakan rukun Islamnya melalui perjalanan ibadah haji ataupun berziarah ke tanah suci dengan melaksanakan ibadah umrah setidaknya sekali dalam seumur hidup. Di Tanah suci inilah, sirah dakwah nabi Muhammad dan perjuangan panjang penegakan agama Islam dimulai. Tak heran banyak sekali tempat-tempat bersejarah dan sakral yang tak pernah sepi dikunjungi oleh para peziarah dari seluruh dunia. Tempat-tempat suci ini juga banyak disebutkan dalam kitab Suci Al-Quran maupun hadits-hadits shahih dan mengandung keutamaannya sendiri bagi para peziarah yang hendak berkunjung. Berikut beberapa tempat suci dan bersejarah yang selalu ramai dikunjungi para peziarah di tanah suci Makkah; KA’BAH & MASJIDIL HARAM Ka’bah Baitullah dan Masjidil Haram tentu merupakan tempat yang paling wajib atau tujuan paling utama kunjungan para peziarah ke tanah suci. Di tempat inilah semua sujud dihadapkan, semua kepala kaum muslimin ditundukan. Tempat ini, dalam berbagai keterangan Al-Quran dan Hadits, merupakan tempat paling mustajabnya seluruh doa. Dalam sebuah hadits dikatakan Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang mendatangi Baitullah ini untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah kemudian ia meninggalkan perbuatan dan perkataan kotor, serta meninggalkan perbuatan maksiat, maka dia akan kembali seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibu kandungnya sendiri bersih dari segala dosa.” HR. Muslim, hadits no. 2404 Sepanjang tahunnya, puluhan juta umat muslim silih berganti mengunjungi Ka’bah. Pesona keindahan yang penuh akan nilai spiritual, selalu meninggalkan kesan haru tersendiri bagi para peziarah yang berkunjung. Untuk memfasilitasi dan menampung lebih banyak para peziarah, Pemerintah Arab Saudi pun berinisitif untuk terus melakukan perluasan wilayah masjidil haram. JABAL TSUR Gunung Tsur. fotoistimewa Jabal gunung Tsur merupakan sebuah Bukit yang terletak sekitar tujuh kilometer dari kota Makkah. Di bagian atas bukit ada sebuah gua yang dahulu oleh Rasullah SAW dipakai sebagai tempat bersembunyi dari kejaran kafir Quraisy yang hendak membunuhnya dalam perjalanan hijrahnya menuju Kota Suci Madinah. Jabal Tsur merupakan sebuah tempat bersejarah yang selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai belahan dunia. Di puncak gunung ini terdapat sebuah gua kecil dengan dua pintu masuk yang terletak di bagian depan dan bagian belakangnya. Sekilas, bentuk gua ini menyerupai bentuk kuali. Letak Gua ini sendiri berada sekitar tujuh kilometer dari Makkah ke arah Thaif. Gunung ini dinamakan Tsur karena bentuknya yang mirip seperti Tsur atau lembu yang berdiri menghadap ke arah selatan. Di gunung ini terdapat tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Tinggi gua di puncak Gunung Tsur kira-kira 1,25 meter dengan panjang dan lebarnya sekitar 3,5 meter. ARAFAH – MUZDALIFAH – MINA Arafah. fotoistimewa Arafah, Muzdalifah dan Mina atau disingkat Armina merupakan tempat-tempat yang sangat diagungkan karena mempunyai keutamaan, syi’ar-syi’ar yang suci dan tempat dilaksanakanya amalan-amalan Haji di hari puncak pelaksanaan ibadah haji 8-10 Dzulhijjah. Wilayah Arafah adalah sebuah lahan padang pasir terbuka yang terletak sekitar 20 Km dari Makkah. Di sinilah proesesi puncak haji berlangsung. Pada hari biasa, Arafah hanya merupakan wilayah kosong tak berpenghuni. Namun, pada waktu puncak haji jutaan orang berkemah di sini. Tanpa melakukan wukuf di Arafaah maka seseorang tidak bisa dinyatakan telah menunaikan ibadah haji. Jadi Arafah hanya didatangi saat hari Arafah saja, yaitu hari ke Sembilan dari bulan Dzulhijjah, untuk melaksanakan wukuf, berdo’a dan berdzikir. Orang yang berhaji melakukan wukuf di bebatuan dikaki bukit Ilal sering disebut Jabal Rahmah –jika memungkinkan- jika tidak, maka semua area Arafah adalah tempat Wukuf. Adapun Muzdalifah, tempat ini didatangi pada malam “nahr” hari sembelihan setelah keluar dari Arafah untuk melakukan Mabit menginap, berdzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala dan berdo’a di Masy’ar al Haram tempat yang suci –ia adalah bukit ditengah-tengah Muzdalifah yang saat ini telah dihilangkan untuk kepentingan perluasan dan dibangun padanya masjid. Batasan Muzdalifah adalah apa yang ada diantara lembah Muhassir dan dua jalan sempit Arafah, dan dua batasan itu bukan termasuk dari areal Muzdalifah. Namun semuanya termasuk wilayah tanah suci. Sama halnya seperti dua tempat di atas, Mina juga hanya didatangi pada musim haji saja untuk melaksanakan hukum-hukum haji, seperti mabit, melempar jumrah, dan menyembelih. Mina mengandung arti “dialirkan” karena disanalah darah hewan dialirkan atau ditumpahkan. Batasannya adalah dari turunan Aqabah sampai ke lembah Muhassir. JABAL RAHMAH Jabal rahmah. fotoistimewa Jabal Rahmah Gunung Kasih Sayang atau disebut juga Gunung Arafat atau Gunung Arafah adalah bukit granit di sebelah timur kota Mekah. Di bukit ini, menurut umat Islam, nabi Muhammad berdiri dan menyampaikan Khotbah Perpisahan dengan Kaum Muslim yang telah menemaninya selama ibadah haji menjelang akhir hayatnya. Ketinggian bukit ini sekitar 70 meter. Di atas bukit itu ada sebuah tugu putih yang dibangun sebagai monument untuk mengenang pertemuan Adam dan Hawa yang sudah terpisah untuk 200 tahun setelah pengusiran mereka dari surga. GUA HIRA Gua Hira merupakan sebuah gua kecil yang terletak di Jabal Nur, sebuah bukit yang tak jauh dari kota Makkah di sebelah utara. Gua Hira juga merupakan h tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah untuk pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut kerapkali menjadi tempat Nabi Muhammad SAW menyendiri dan berkhalwat. Waktu terbaik untuk mengunjungi Gua Hira adalah pada sepertiga malam. Dari atas gua maka pemandangan kota Makkah bsa dinikmati secara leluasa. Letak tebing setinggi 200 meter yang cukup menanjak mengharuskan para pengunjung untuk memiliki kesiapan fisik untuk mendaki Gua Hira. Rumah nabi Daar Maulid tempat tidur Nabi Muhammad SAW. fotoistimewa Lokasi rumah nabi terletak tak jauh dari Masjidil Haram atau kini terletak dekat terminal Bab Ali. Dulu di lokasi ini ada pasar legendaris yakni Pasar Seng. Jarak rumah nabi hanya sekitar 200 meter dari Masjidil Haram. Bangunan rumah terlihat mencolok karena berada di dekat pelataran Masjidil Haram yang luas. Sejumlah penjaga keamanan berjaga di sini untuk menjaga para peziarah yang datang mengunjunginya. MUSEUM HARAMAIN Museum Haramain. fotoistimewa Museum Haramain merupakan museum Nasional Arab Saudi yang telah berdiri sejak tahun 1946. Meseum ini Terletak di pinggiran kota Makkah di dekat perbukitan bernama Ummoul Joud dan menempati lahan seluas 17 ribu meter persegi. Museum ini memuat informasi tentang sejarah peradaban agama islam dan melihat kecanggiahan arsitetur di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di Museum ini terdapat miniature kota Makkah Di sana jugaada potongan kiswah, replika sumur zamzam, repilkaKa’bah dan Hajar Aswad, timba sumur zamzam, pintu Ka;bah, dan berbagai pernak-pernik koleksi lainnya. Jakarta - Antara Jakarta dan Kota Ferizaj di Kosovo terbentang jarak km lebih. Tapi ada satu hal yang menyamakan dua kota itu keduanya memiliki gereja dan masjid yang saling bertetangga, sebagai simbol kerukunan antarumat beragama. Di Kosovo, yang terimbas terbelahnya Yugoslavia dalam perang pada 1990-an. Kosovo pun bergolak, Kristen dan Islam pun bentrok, mewarisi konflik panjang dua agama di wilayah Balkan simbol dua agama itu pernah rukun terdapat di Kota Ferizaj, di mana Gereja Ortodoks Serbia dan sebuah masjid berdiri bersama. Dinukil dari Atlas Obscura, identitas agama ini telah berubah menjadi identitas nasional, karena orang Serbia didominasi Kristen sedangkan Albania, yang merupakan mayoritas Kosovar, adalah Muslim. Mereka semua hidup di Ferizaj dalam bahasa Albania atau Urosevac dalam bahasa Serbia, terletak di Kosovo selatan. Di kota itu, sebuah masjid, yang dikenal sebagai Masjid Madhe, dibangin pada tahun 1890-an, pada masa Kekaisaran Ottoman. Namun dihancurkan oleh pembom Jerman selama Perang Dunia saat ini selesai dibangun kembali pada tahun 1943 dan peningkatan pembangunan, termasuk menara kedua, diselesaikan paling lambat tahun 2013. Lalu, Pada akhir 1920-an, diputuskan bahwa gereja Ortodoks Serbia akan dibangun di halaman yang sama dengan masjid. Kemudian bernama Gereja Kaisar Suci Uros, yang didedikasikan untuk Kaisar Serbia Uros bertahun-tahun, perselisihan dan konflik memakan korban bangunan gereja, termasuk penjarahan dan kebakaran setelah dimulainya Perang Kosovo pada tahun 1999. Grafiti umumnya ditemukan di temboknya sampai hari ini. Namun, secara umum, halaman yang menampung dua ideologi yang tampaknya bertentangan itu berlangsung dengan Di Indonesia, terdapat Masjid Agung Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang saling bertetangga. Dinukil dari pada 1950-an, Bung Karno menginginkan sebuah masjid nasional yang berdekatan dengan bangunan simbol negara lainnya, seperti Istana Negara. Disebutkan dalam buku 'Sejarah Gereja Katolik Indonesia' 1972 terbitan Majelis Agung Waligereja Indonesia, pendirian gereja bersejarah ini sudah dilakukan sejak 1892 dan diresmikan pada 21 April warga berjalan menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan Salat Idul Adha seusai memarkir kendaraan bermotornya di Gereja Katedral, Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019. Selain menyediakan tempat parkir, otoritas gereja juga mengubah jadwal ibadah misa Minggu dari pukul WIB menjadi pukul WIB untuk menghormati umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Adha pada Minggu, 11 Agustus 2019. ANTARA/Aprillio AkbarDengan dua rumah ibadah yang bertetangga, Bung Karno ingin menyampaikan pesan bahwa bangsa ini memiliki semangat persatuan dan toleransi beragama yang sangat kuat, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Bahkan, yang terpilih sebagai arsitek pembangunan Masjid Istiqlal bernama Fredrerich Silaban, seorang pemeluk Nasrani dan anak pendeta Kristen Protestan di tanah Batak, Sumatera Utara. Pemilihan ini dilakukan setelah digelar suatu saat ini, dua rumah ibadah itu menjadi landmark kota, baik di Jakarta maupun di Ferizaj. Keduanya juga menjadi destinasi wisata kota, di mana turis bisa menikmati kemegahan gereja dan masjid sekaligus. - Masjid Istiqlal berdampingan dengan gereja Katedral. Siapa sangka, ada kisah menarik soal pemilihan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal yang berdampingan dengan Gereja Katedral di Jakarta. Sebagian orang mungkin menangkap kesan bahwa dua ikon tempat ibadah tersebut adalah contoh paling mudah untuk menggambarkan toleransi beragama di Indonesia. Namun, kisah di balik hal ini ternyata tidak sesederhana itu. Ide membangun Masjid Istiqlal sebagai masjid nasional sudah muncul sejak tahun 1950 atau tidak lama setelah pengakuan kedaulatan secara penuh dari Belanda kepada Indonesia. Namun, usul ini baru diajukan kepada Presiden Sukarno pada Karno menyambut baik usulan tersebut. Tapi, urusan tak lantas selesai sampai di situ. Pemilihan lokasi pembangunan masjid sempat memantik silang pendapat antara Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad dari buku berjudul Friedrich Silaban 2017 karya Setiadi Sapandi, Hatta menyarankan agar Masjid Istiqlal didirikan di lokasi yang saat ini menjadi tempat berdirinya Hotel Indonesia atau di Jalan Thamrin sekarang. Pertimbangannya, lokasi tersebut berada di lingkungan muslim dan tersedia lahan yang cukup kurang setuju jika masjid nasional itu dibangun di kawasan Pasar Baru lantaran lokasi tersebut banyak terdapat bangunan-bangunan lama peninggalan Belanda. Hatta, tulis Sapandi, beralasan “akan mahal karena harus membongkar bekas benteng” apabila Masjid Istiqlal didirikan di lokasi tersebut. Di sisi lain, Sukarno tetap menghendaki agar pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan di dekat sekitar Pasar Baru, tepatnya di Taman Wilhelmina dan dekat benteng kuno Belanda. Seperti yang dikhawatirkan Hatta, anggaran untuk membangun masjid di tempat itu pasti amat besar. Namun, presiden tetap Bung Karno, masjid nasional harus berdekatan dengan bangunan simbol negara lainnya, seperti Istana Negara. Terlebih lagi, di sekitar lokasi itu berdiri Gereja Katedral. Disebutkan dalam buku Sejarah Gereja Katolik Indonesia 1972 terbitan Majelis Agung Waligereja Indonesia, pendirian gereja bersejarah ini sudah dilakukan sejak 1892 dan diresmikan pada 21 April Soekarno Masjid Istiqlal Berdampingan dengan Gereja Katedral Sukarno tampaknya ingin menyampaikan pesan bahwa bangsa ini memiliki semangat persatuan dan toleransi beragama yang sangat kuat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Itulah alasan utama mengapa sang presiden menginginkan Masjid Istiqlal harus dibangun dekat dengan Gereja Katedral yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani di yang terpilih sebagai arsitek pembangunan Masjid Istiqlal bernama Fredrerich Silaban, seorang pemeluk Nasrani dan anak pendeta Kristen Protestan di tanah Batak, Sumatera Utara. Pemilihan ini dilakukan setelah digelar suatu sayembara. Namun, proses pembangunan masjid nasional berjalan lambat karena banyaknya persoalan yang harus dihadapi negara pada saat itu, terutama persoalan-persoalan politik yang berujung pada terjadinya peristiwa Gerakan 30 September G30S 1965. Masjid Istiqlal akhirnya selesai dibangun pada 1961. Saat itu, pengaruh Sukarno sudah meluruh, digantikan oleh Soeharto dengan Orde Barunya. Namun, masjid ini baru diresmikan pada 22 Februari 1978 oleh Presiden Masjid Istiqlal Masjid Istiqlal berlokasi di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional Monas.Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta, ini juga sebagai simbol toleransi antaragama karena lokasinya berseberangan dengan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid Istiqlal memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar tampung Masjid Istiqlal bisa melebihi dari dua ratus ribu jamaah. - Sosial Budaya Penulis Oryza AditamaEditor Iswara N RadityaPenyelaras Yulaika Ramadhani

letak dua tempat ibadah yang berdekatan membuktikan bahwa